Love the girl in your heart, not in your mind.
If you base your relationship on feelings, it will fail for there are ups & downs in feelings.
Girls are there to be loved, not toyed around.
Love her for who she is.
Don't even think about changing any bit about her.
6 billion people in this world & 6 billion different personalities.
She's special & she will stay that way.
You change any part of her, you'll change her forever.
Don't substitute her for anyone else, they are just unique in their own ways.
Love whole-heartedly.
She sacrificed a lot for you so you'd better really treassure her.
She could have just got up & date a so much more dashing guy in town but she chose you instead all because of love. So love her guys, not play with her.
Don't just get the girl to beg you to stay or whatsoever. If you're with her, love her.
Don't cause a strain in the relationship, you'll end up loving each other out of pity or charity,
that's not respecting love at all.
Respect love the way it is & everything will be the best it can be.
Don't expect perfection from her. She's the only one in the world & she's done the best she could.
Like another girl while you're in a relationship?
Then I think it's time you remain single for a while.
Don't go around breaking girls' hearts, it's the most tragic thing to do.
Socialise only when you're single. You socialise & flirt around is to get the girl of your dreams.
Get it over when she's already yours, don't ask for more.
It never kills to be romantic. Think, be flexible.
Getting that diamond ring isn't the only gift for her.
Be realistic, she's human & she lives life just like you.
Something sweet & simple always get the job done.
Money doesn't exist between couples, it's the love.
Never promise her that you'll love her forever
because your forever might end the next day.
Love her as if each day is the last.
Sweet talks only apply for singles, not for attached guys. Do that & you'll really break your
girl's heart. Isn't good being too well-known too, it'll give her a sense of insecurity.
Remember INSECURITY.
Promise her & make sure you never break it.
Swear to her & make sure you keep it.
Pledge your love to her & her alone.
Loving her is giving her your heart to break it but
trusting her not to.
Instead, she'll cherish it & protect it.
That's love.
Give her your heart, your life, your everything.
Wednesday, June 10, 2009
Pelayan Hotel
Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai,
seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby
hotel kecil di philadelphia. mencoba menghindari hujan,
pasangan ini memdekati meja resepsionis untukmendapatkan
tempat bermalam.
dapatkah anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.
Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum
memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada
tiga acara konvensi di kota. "semua kamar kami telah penuh,"
pelayan berkata. "tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari.
mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? tidak terlalu bagus,
tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."
Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini mem- bujuk.
"jangan khawatir tentang saya. saya akan baik- baik saja," kata sang pelayan.
akhirnya pasangan ini setuju. ketika pagi hari saat tagihan dibayar,
laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "andaseperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda."
Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. mereka bertiga tertawa.
saat pasangan ini dalam perjalanan pergi,
pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.
Dua tahun berlalu. sang pelayan hampir melupakan kejadian itu
ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut.
surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke new york, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut.
laki-laki tua ini bertemu dengannya di new york, dan membawa dia ke sudut
fifth avenue and 34th street. dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di
sana, sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke
langit "itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun
untuk engkau kelola".
"anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda.
"saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.
nama laki-laki tua itu adalah william waldorf astor,
dan struktur bagunan megah tersebut adalah bentuk asli dari
waldorf-astoria hotel. laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah george c. boldt. pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi top manager hotel tersebut.
seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby
hotel kecil di philadelphia. mencoba menghindari hujan,
pasangan ini memdekati meja resepsionis untukmendapatkan
tempat bermalam.
dapatkah anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.
Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum
memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada
tiga acara konvensi di kota. "semua kamar kami telah penuh,"
pelayan berkata. "tapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari.
mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? tidak terlalu bagus,
tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."
Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini mem- bujuk.
"jangan khawatir tentang saya. saya akan baik- baik saja," kata sang pelayan.
akhirnya pasangan ini setuju. ketika pagi hari saat tagihan dibayar,
laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "andaseperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda."
Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. mereka bertiga tertawa.
saat pasangan ini dalam perjalanan pergi,
pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.
Dua tahun berlalu. sang pelayan hampir melupakan kejadian itu
ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut.
surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke new york, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut.
laki-laki tua ini bertemu dengannya di new york, dan membawa dia ke sudut
fifth avenue and 34th street. dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah di
sana, sebuah istana dengan batu kemerahan, dengan menara yang menjulang ke
langit "itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun
untuk engkau kelola".
"anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda.
"saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.
nama laki-laki tua itu adalah william waldorf astor,
dan struktur bagunan megah tersebut adalah bentuk asli dari
waldorf-astoria hotel. laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah george c. boldt. pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi top manager hotel tersebut.
Perlakukanlah semua orang dengan rendah hati ,kemurahan dan hormat dan anda tidak akan gagal --
Kupu - Kupu
Seorang pria menemukan kepompong kupu-kupu. suatu hari, satu pecahan lubang kecil mulai membuka. dia duduk dan memperhatikan kepompong itu selama beberapa jam. terlihat kupu-kupu di dalam sedang berusaha keras untuk memecahkan kulit kepompong. namun setelah beberapa lama, kelihatannya kupu-kupunya berhenti, dan tidak ada kemajuan berarti lagi yang dia buat.
Pria itu memutuskan untuk menolong kupu-kupu ini. dia mengambil gunting dan mengunting kulit kepompong itu.
Kupu-kupu itu keluar dengan gampang, namun tubuhnya membengkak besar dan sayapnya kecil dan mengkerut.
Pria itu dengan penasaran tetap memperhatikan kupu-kupu itu, sambil berharap-harap, dalam beberapa saat, sayap kupu-kupu itu akan mengembang dan dapat menopang tubuhnya, yang akan mengecil seiring waktu.
Namun kedua hal itu tidak terjadi! kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa waktunya merangkak dengan tubuh yang membengkak dan sayap yang berkerut. dia tidak pernah dapat terbang!
Kesalahan yang dilakukan pria baik hati ini dalam ketergesa-gesaannya
adalah dia tidak mengerti bahwa kepompong, yang menjadi halangan besar
dan perjuangan keras kupu-kupu untuk melepaskan diri dari halangan ini adalah cara ntuk membuat cairan dari tubuh kupu-kupu mengalir ke sayapnya agar bisa mengembang dan tubuhnya
mengecil. jadi pada saat kupu-kupu dapat memecahkan kepompong ini, dia
sudah "siap" untuk terbang dan benar-benar bebas dari kurungan
kepompongnya!
Kadang perjuangan untuk mengatasi halangan memang adalah apa yang kita
butuhkan dalam hidup ini. andai saja kita hidup tanpa halangan.. kita akan akan menjadi lumpuh dan lemah karenanya!
Tetapi jangan pernah berhenti berjuang !!
The Bank Account of Life
Imagine there is a bank, which credits your account each morning with $86,400.
It carries over no balance from day to day, allows you to keep no cash balance, and every evening cancels whatever part of the amount you had failed to use during the day.
What would you do?
Draw out every cent, of course!
Well, everyone has such a bank.
Its name is TIME.
Every morning, it credits you with 86,400 seconds.
Every night it writes off, as lost, whatever of this you have failed to invest to good purpose.
It carries over no balance.
It allows no overdraft.
Each day it opens a new account for you.
Each night it burns the remains of the day.
If you fail to use the day's deposits, the loss is yours.
There is no going back.
There is no drawing against the "tomorrow".
You must live in the present on today's deposits.
Invest it so as to get from it the utmost in health, happiness and success!
The clock is running.
Make the most of today.
To realize the value of ONE YEAR, ask a student who has failed a grade.
To realize the value of ONE MONTH, ask a mother who has given birth to a premature baby.
To realize the value of ONE WEEK, ask an editor of a weekly newspaper.
To realize the value of ONE DAY, ask a daily wage laborer who has kids to feed.
To realize the value of ONE HOUR, ask the lovers who are waiting to meet.
To realize the value of ONE MINUTE, ask a person who has missed the train.
To realize the value of ONE SECOND, ask a person who has avoided an accident.
To realize the value of ONE MILLISECOND, ask the person who has won a silver medal in the Olympics.
Treasure every moment that you have!
And treasure it more because you shared it with someone special, special enough to have your time. And remember time waits for no one...
Yesterday is history.
Tomorrow a mystery.
Today is a gift.
That's why it's called the present !!
It carries over no balance from day to day, allows you to keep no cash balance, and every evening cancels whatever part of the amount you had failed to use during the day.
What would you do?
Draw out every cent, of course!
Well, everyone has such a bank.
Its name is TIME.
Every morning, it credits you with 86,400 seconds.
Every night it writes off, as lost, whatever of this you have failed to invest to good purpose.
It carries over no balance.
It allows no overdraft.
Each day it opens a new account for you.
Each night it burns the remains of the day.
If you fail to use the day's deposits, the loss is yours.
There is no going back.
There is no drawing against the "tomorrow".
You must live in the present on today's deposits.
Invest it so as to get from it the utmost in health, happiness and success!
The clock is running.
Make the most of today.
To realize the value of ONE YEAR, ask a student who has failed a grade.
To realize the value of ONE MONTH, ask a mother who has given birth to a premature baby.
To realize the value of ONE WEEK, ask an editor of a weekly newspaper.
To realize the value of ONE DAY, ask a daily wage laborer who has kids to feed.
To realize the value of ONE HOUR, ask the lovers who are waiting to meet.
To realize the value of ONE MINUTE, ask a person who has missed the train.
To realize the value of ONE SECOND, ask a person who has avoided an accident.
To realize the value of ONE MILLISECOND, ask the person who has won a silver medal in the Olympics.
Treasure every moment that you have!
And treasure it more because you shared it with someone special, special enough to have your time. And remember time waits for no one...
Yesterday is history.
Tomorrow a mystery.
Today is a gift.
That's why it's called the present !!
Tuesday, June 9, 2009
Menjual Sisir Pada Biksu
Pertanyaan :
Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara
(yang semua kepalanya gundul)
Bisakah anda melakukannya?
Apa jawaban anda ?
a) Tidak mungkin, itu mustahil
b) Gile
c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya
d) Baiklah, saya akan coba
e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih, sebutkanlah jumlahnya)
Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.
Cerita : MENJUAL SISIR PADA BIKSU
Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.
Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.
Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab:
"Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab:
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"
MORAL DARI CERITA
Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :
1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.
Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.
Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."
"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita."
Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3
Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses !"
Jika perusahaan dimana anda bekerja, adalah sebuah perusahaan pembuat SISIR, memberi tugas untuk menjual sisir pada para biksu di wihara
(yang semua kepalanya gundul)
Bisakah anda melakukannya?
Apa jawaban anda ?
a) Tidak mungkin, itu mustahil
b) Gile
c) Aku akan sekali mencoba untuk melaksanakan instruksi bos saya
d) Baiklah, saya akan coba
e) Ya, saya pikir bisa menjualnya (5 buah, 10 buah, 50 buah atau lebih, sebutkanlah jumlahnya)
Pilih satu jawaban dan baca tulisan di bawah untuk meilhat apakah anda termasuk orang yang berjiwa sukses atau tidak.
Cerita : MENJUAL SISIR PADA BIKSU
Ada sebuah perusahaan "pembuat sisir" yang ingin mengembangkan bisnisnya, sehingga management ingin merekrut seorang sales manager yang baru.
Perusahaan itu memasang IKLAN pada surat kabar. Tiap hari banyak orang yang datang mengikuti wawancara yang diadakan ... jika ditotal jumlahnya hampir seratus orang hanya dalam beberapa hari.
Kini, perusahaan itu menghadapi masalah untuk menemukan calon yang tepat di posisi tersebut. Sehingga si pewawancara membuat sebuah tugas yang sangat sulit untuk setiap orang yang akan mengikuti wawancara terakhir.
Tugasnya adalah : Menjual sisir pada para biksu di wihara.
Hanya ada 3 calon yang bertahan untuk mencoba tantangan di wawancara terakhir ini. (Mr. A, Mr. B, Mr. C)
Pimpinan pewawancara memberi tugas :
"Sekarang saya ingin anda bertiga menjual sisir dari kayu ini kepada para biksu di wihara. Anda semua hanya diberi waktu 10 hari dan harus kembali untuk memberikan laporan setelah itu."
Setelah 10 hari, mereka memberikan laporan.
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. A :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. A menjawab: "Hanya SATU."
Si pewawancara bertanya lagi : "Bagaimana caranya anda menjual?"
Mr. A menjawab:
"Para biksu di wihara itu marah-marah saat saya menunjukkan sisir pada mereka. Tapi saat saya berjalan menuruni bukit, saya berjumpa dengan seorang biksu muda - dan dia membeli sisir itu untuk menggaruk kepalanya yang ketombean."
Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. B :
"Berapa banyak yang sudah anda jual?"
Mr. B menjawab : "SEPULUH buah."
"Saya pergi ke sebuah wihara dan memperhatikan banyak peziarah yang rambutnya acak-acakan karena angin kencang yang bertiup di luar wihara. Biksu di dalam wihara itu mendengar saran saya dan membeli 10 sisir untuk para peziarah agar mereka menunjukkan rasa hormat pada sang Buddha."
Kemudian, Pimpinan pewawancara bertanya pada Mr. C :
"Bagaimana dengan anda?"
Mr. B menjawab: "SERIBU buah!"
Si pewawancara dan dua orang pelamar yang lain terheran-heran.
Si pewawancara bertanya : "Bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
Mr. C menjawab:
"Saya pergi ke sebuah wihara terkenal. Setelah melakukan pengamatan beberapa hari, saya menemukan bahwa banyak turis yang datang berkunjung ke sana. Kemudian saya berkata pada biksu pimpinan wihara, 'Sifu, saya melihat banyak peziarah yang datang ke sini. Jika sifu bisa memberi mereka sebuah cindera mata, maka itu akan lebih menggembirakan hati mereka.' Saya bilang padanya bahwa saya punya banyak sisir dan memintanya untuk membubuhkan tanda tangan pada setiap sisir sebagai sebuah hadiah bagi para peziarah di wihara itu. Biksu pimpinan wihara itu sangat senang dan langsung memesan 1,000 buah sisir!"
MORAL DARI CERITA
Universitas Harvard telah melakukan riset, dengan hasil :
1) 85% kesuskesan itu adalah karena SIKAP dan 15% adalah karena kemampuan.
2) SIKAP itu lebih penting dari kepandaian, keahlian khusus dan keberuntungan.
Dengan kata lain, pengetahuan profesional hanya menyumbang 15% dari sebuah kesuksesan seseorang dan 85% adalah pemberdayaan diri, hubungan sosial dan adaptasi. Kesuksesan dan kegagalan bergantung pada bagaimana sikap kita menghadapi masalah.
Dalai Lama biasa berkata : "Jika anda hanya punya sebuah pelayaran yang lancar dalam hidup, maka anda akan lemah. Lingkungan yang keras membantu untuk membentuk pribadi anda, sehingga anda memiliki nyali untuk menyelesaikan semua masalah."
"Anda mungkin bertanya mengapa kita selalu berpegah teguh pada harapan. Ini karena harapan adalah : hal yang membuat kita bisa terus melangkah dengan mantap, berdiri teguh - dimana pengharapan hanyalah sebuah awal. Sedangkan segala sesuatu yang tidak diharapkan .... adalah hal yang akan mengubah hidup kita."
Meredith Grey, Grey's Anatomy - Season 3
Ingatlah, saat keadaan ekonomi baik, banyak orang jatuh bangkrut. Tapi saat keadaan ekonomi buruk, banyak jutawan baru baru yang bermunculan. Jadi, dengan sepenuh hati terapkanlah SIKAP kerja yang benar 85%. Semoga sukses !"
Subscribe to:
Posts (Atom)